Hanoi, Vietnam, 8–11 Juli 2026 – Penguatan kolaborasi internasional menjadi kunci dalam menghasilkan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pertanian global, mulai dari degradasi lahan, kontaminasi logam berat, hingga ketahanan pangan berkelanjutan. Sebagai bagian dari pengembangan jejaring riset tersebut, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (DTPB) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) bersama BOKU University, Austria, melakukan kunjungan akademik ke Vietnam National University of Agriculture (VNUA), Hanoi, pada 8–11 Juli 2026. Selain membahas perkembangan penelitian yang tengah berjalan melalui skema ASEA-UNINET, kunjungan ini juga menghasilkan kesepakatan pengembangan proyek riset internasional baru melalui skema Kooperation Entwicklungsforschung (KoeF) 2026–2028, yang mempertemukan peneliti dari Indonesia, Austria, dan Vietnam untuk mengembangkan strategi rehabilitasi tanah tercemar pada lahan pertanian tropis.
Penguatan Kolaborasi Melalui ASEA-UNINET
Delegasi DTPB FTP UGM dipimpin oleh Dr. nat. techn. Rizki Maftukhah, S.T.P., M.Sc., yang melakukan kunjungan bersama Priv.-Doz. Rebecca Hood-Nowotny, M.B.A., Ph.D. dari BOKU University, Austria. Selama berada di VNUA, delegasi diterima oleh Vo Huu Cong, Ph.D., Associate Professor sekaligus Vice Dean, Faculty of Natural Resources and Environment, Vietnam National University of Agriculture, serta didampingi oleh mahasiswa doktoral Nguyễn Thị Thu Hà.

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan proyek penelitian internasional berjudul “Use of Locally Available Soil Amendments to Reduce Heavy Metal Concentrations in Important Food Crops”, yang didanai melalui skema ASEA-UNINET.
Proyek ini mempertemukan peneliti dari BOKU University (Austria), Universitas Gadjah Mada (Indonesia), dan Vietnam National University of Agriculture (Vietnam) untuk mengembangkan pendekatan pengelolaan tanah melalui pemanfaatan amandemen tanah yang tersedia secara lokal guna menurunkan konsentrasi logam berat pada tanaman pangan. Penelitian tersebut diharapkan mampu menghasilkan teknologi rehabilitasi tanah yang lebih ramah lingkungan, mudah diterapkan, dan sesuai dengan kondisi lokal di masing-masing negara.
Lahirnya Proyek Internasional Baru Tiga Negara
Selain membahas perkembangan penelitian ASEA-UNINET, kunjungan tersebut juga menghasilkan kesepakatan awal untuk membangun kolaborasi penelitian internasional baru melalui skema Kooperation Entwicklungsforschung (KoeF) yang akan berlangsung pada periode 2026–2028.
Proyek baru tersebut mengusung judul:
“Enhancing Soil Health in Contaminated Rice Fields: Assessing Local Remediation Strategies in Indonesia and Vietnam.”
Melalui proyek ini, para peneliti dari Indonesia, Austria, dan Vietnam akan bekerja sama mengembangkan berbagai strategi remediasi lokal untuk meningkatkan kesehatan tanah pada lahan sawah yang terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi pengelolaan lahan yang berkelanjutan guna mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi ilmiah yang dapat diterapkan pada berbagai wilayah tropis yang menghadapi permasalahan degradasi lahan dan kontaminasi logam berat, sekaligus memperkuat ketahanan sistem pangan di kawasan Asia Tenggara.
Memperluas Jejaring Penelitian Internasional
Pertemuan di Hanoi juga dimanfaatkan untuk mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, serta mobilitas akademik. Para peserta bertukar pandangan mengenai tantangan pengelolaan sumber daya lahan, perubahan iklim, rehabilitasi lahan terdegradasi, hingga pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan yang relevan dengan kondisi tropis.

Sinergi antara DTPB FTP UGM, BOKU University, dan Vietnam National University of Agriculture diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran penelitian berupa publikasi ilmiah dan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran peneliti, mahasiswa, dan pengembangan riset kolaboratif lintas negara.
Komitmen Membangun Solusi Global bagi Pertanian Berkelanjutan
Keberhasilan membangun proyek kolaboratif baru melalui skema KoeF menunjukkan semakin kuatnya posisi DTPB FTP UGM dalam jejaring penelitian internasional. Melalui sinergi dengan BOKU University dan Vietnam National University of Agriculture, DTPB FTP UGM terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan solusi berbasis sains untuk mengatasi berbagai tantangan global, seperti degradasi lahan, kontaminasi logam berat, dan perubahan iklim.

Kolaborasi tiga negara ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan dan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung tercapainya sistem pangan yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.